by

1.276 Balita di Lhokseumawe Alami Stunting

1.276 Balita di Lhokseumawe Alami Stunting

LANGSASATU.COM, LANGSA- Sebanyak 1.276 Balita di Lhokseumawe, Aceh mengalami Stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek (kerdil) untuk usianya.

Dilansir Antara com, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Asnawi di Lhokseumawe, Kamis,(16/6/22) mengatakan, pihaknya terus berupaya menurunkan dan mencegah terjadinya stunting di wilayah kerjanya.

Pihaknya mencatat, saat ini sebanyak 1.276 balita atau 5,9 persen dari jumlah  21.618 balita di Kota Lhokseumawe alami kekerdilan.

Jimlah tersebut bisa saja meningkat, bila jumlah sasaran atau 21.618 balita diperiksa semuanya. Sedangkan yang sudah diperiksa sebanyak 13.979 balita atau 64,66 persen.

Disebutkan, Pandemi COVID-19 menjadi salah satu penyebab banyak balita yang belum diperiksa, terangnya.

Berbagai langkah dan upaya menurunkan angka stunting
terus dilakukan pemerintah Kota Lhokseumawe, salah satu diantaranya dengan meningkatkan kesehatan ibu hamil (Bumil) dan bayi baru lahir.

Selanjutnya, meningkatkan kesehatan bagi anak balita periode 1.000 hari setelah kelahiran.

Melalui program tersebut diharapkan mampu menurunkan angka stunting.

Guna optimalnya program ini, Pihaknya juga melibatkan semua satuan kerja perangkat daerah dan  pihak terkait lainnya.

Selain itu, kata Asnawi, pihaknya juga melakukan beberapa aksi dan strategi penanganan untuk menurunkan angka kekerdilan, diantaranya pembinaan sumber daya manusia dan sistem manajemen data. s

Dan rutin mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, sehingga dengan begitu angka kekerdilan dapat diturunkan, pungkasnya (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita