by

15 SLTA dan SMK se Kota Langsa Ikut Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum

-Langsa-52 views

15 SLTA dan SMK se Kota Langsa Ikut Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM | LANGSA- Sebanyak 15 SLTA dan SMK se Kota Langsa mengikuti Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum tahun 2022 yang digelar Kejaksaan (Kejari) Negeri Langsa.

Adapun rincian peserta yaitu 8 (Delapan) dari SMA dan 7 (Tujuh) SMK dengan jumlah peserta sebanyak 32 pelajar SMA/SMK.

Kegiatan berlangsung di Aula SMAN 1
Langsa, Jln. Jenderal Ahmad Yani, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa.

Turut hadir dikegiatan, antara lain, Kepala Kejaksaan Negeri Langsa diwakili Kasi Intel, Syahril, SH, MH. Kacab Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa diwakili Muhammad Hendra, Mpd.

Kepala Sekolah SMAN 1 Langsa, Muktar Janan, M. Pd, Kasi PB3R Kejari Langsa, Agus Salim Harahap, SH, MH. Jaksa Fungsional Kejari Langsa Muhammad Daud Siregar, SH,MH. Guru pendamping lomba serta para siswa/i SMA dan SMK peserta lomba.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa, Viva Hari Rustaman, SH diwakili Kasie Intel Syahril, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, dalam melaksanakan kesadaran hukum masyarakat, kejaksaan turut ikut andil,terutama dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum terhadap masyarakat.

Peran tersebut kata Syahril tertuang dalam bidang ketertiban dan bidang ketentraman umum.

“Hal ini terdapat pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan
Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia pasal 30 ayat (3) yang berbunyi : “Kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan : a).Peningkatan kesadaran hukum masyarakat; b).Pengamanan kebijakan penegakan hukum: c).Pengawasan peredaran barang cetakan; d).Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan
negara; e).Pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama; f).Penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal” sebutnya

Disampaikan, kegiatan Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum adalah kegiatan rutin dan sudah beberapa kali dilaksanakan, selain itu juga sebagai implementasi dari nota kesepahaman antara Kejaksaan Tinggi Aceh bersama Dinas Pendidikan Aceh.

Disebutkan, untuk tahun ini sebanyak 15
Sekolah Menengah Atas/Sederajat yang mengirimkan utusannya mengikuti seleksi.

Pun demikian, diingatkan, bahwasanya kegiatan ini bukan semata untuk mencari “Sang Juara”, namun lebih dari itu adalah untuk menanamkan, nilai-nilai kesadaran hukum bagi generasi muda (pelajar).

“Meskipun nantinya peserta belum berhasil meraih juara di ajang seleksi ini, namun diharapkan dapat menjadi teladan, terutama bagi teman-temannya yang lain baik di lingkungan sekolah ataupun diluar sekolah” ujarnya.

Menurutnya, keteladanan dimaksud dapat ditunjukan melalui sikap perilaku,
perkataan dan tulisan.

“Tanamkan dalam sanubari khususnya para peserta seleksi, bahwa kalian semua adalah juara dalam kegiatan ini, sebab kalian dipilih dan dipercaya oleh masing sekolah dan teman-teman kalian untuk memberikan teladan yang baik bagi mereka” ujarnya

Menyangkut penggunaan media sosial (Medsos) yang umum bagi pelajar sambung  Syahril, diharapkan dapat menjadi akselerator penyebaran pemikiran dan ide kesadaran hukum. Kesadaran hukum sebutnya lebih tinggi nilainya dibandingkan ketaatan hukum.

“Dalam kesadaran hukum ada nilai “keikhlasan” untuk menjalankan hukum. Kesadaran hukum juga akan menimbulkan sikap kritis terhadap hukum, baik hukum yang sudah ada maupun hukum yang harus diadakan bedasarkan kebutuhan ditengah masyarakat” tuturnya.

Selain itu, kesadaran hukum yang dimiliki juga dapat menumbuhkan kemampuan generasi muda untuk menilai, apakah hukum yang sudah ada memiliki keadilan atau tidak bagi masyarakat.

Upaya menanamkan kesadaran hukum terang Syahril dapat dilakukan melalui tiga bentuk yaitu Tindakan, Pendidikan dan Kampanye. Kegiatan hari ini sudah
mencakup ketiganya.

Bentuk Tindakan, kita tunjukkan melalui teladan semua yang hadir disini untuk memberikan contoh yang baik bagi orang-orang diluar sana.

Sedangkan bentuk Pendidikan yaitu berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk memperkaya khasanah pengetahuan dan pengalaman hidup, yang mana seluruh pengetahuan dan pengalaman tadi dapat kita sebar luaskan bagi orang lain.

Terakhir, bentuk kampanye berarti kegiatan mulia ini di media masakan kepada masyarakat luas.

Dikesempatan tersebut kepada peserta seleksi, Kajari menyampaikan ucapan selamat berkompetisi dan berpesan, agar materi yang nantinya disampaikan oleh masing-masing peserta serta tanya jawab, dapat disimak terutama oleh peserta lainnya karena ada nilai informasi, pengetahuan dan kebaikan.

“Dengan ini saya membuka secara resmi acara Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Langsa Tahun 2022, semoga sukses” tutupnya (*)

Teks Fhoto : Kasie Intel Kejari Langsa, Syahril,SH,MH bersama peserta Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Langsa.  (Langsa satu.com/ist)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.