by

Dema IAIN dan Bapera Kota Langsa Gelar Seminar Pancasila bertajuk “Pemuda Nusantara sebagai Episentrum Penjaga Nilai- Nilai Pancasila”

-Langsa-40 views

Dema IAIN dan Bapera Kota Langsa Gelar Seminar Pancasila bertajuk “Pemuda Nusantara sebagai Episentrum Penjaga Nilai- Nilai Pancasila”

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM, LANGSA-
Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa bersama Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD Bapera) Kota Langsa menggelar Seminar Pancasila.

Seminar yang mengusung tema “Pemuda Nusantara Sebagai Episentrum Penjaga Nilai – Nilai Pancasila”, berlangsung di Aula Fakultas Syariah IAIN Langsa, Selasa (08/06/2021).

Sejumlah pemateri dari akademisi, birokrasi maupun praktisi hukum turut mengisi acara diantaranya Ketua Pusat Studi Pancasila IAIN Langsa, M. Alkaf, M, SI dengan materi Penguatan Pendidikan Karakter Pancasila di Era Milenial.

Muhammad Iqbal, SH (Advokat) dengan materi Pengamalan Pancasila di Era Milenial serta Saifullah, SE Ketua DPD Bapera Kota Langsa dengan materi Penguatan Nilai-Nilai Pancasila abad ke-21.

Tampil diseson terakhir memberi materi, Ketua DPD II Bapera Kota Langsa Saifullah,SE mengatakan,
banyak unsur -unsur yang harus dilestarikan oleh kaum milenial yang berkaitan dengan penguatan nilai – nilai Pancasila pada abad 21

“Salahsatu diantaranya adalah pembangunan karakter bangsa atau nation character development,
agar nilai – nilai pancasila dapat terimplementasi sesuai dengan harapan para perancangnya, sebagai dasar negara pada masa lampau,” paparnya.

Menurut pria yang juga merupakan Wakil Ketua DPRK Langsa ini, untuk menjadi bangsa yang besar, masyarakat Indonesia tentunya harus mengamalkan karakter bangsa, sebagaimana tercermin dalam nilai-nilai pancasila.

“Untuk sampai kesana ternyata tidak mudah, ada 6 (Enam) persoalan yang harus dihadapi” kata Saifullah.

Politisi muda partai politik berlambang pohon beringin di Kota Langsa ini menyebutkan keenam persoalan itu antara lain, pertama, disorientasi dan belum dihayatinya nilai nilai Pancasila. Kedua, Keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai nilai Pancasila. Ketiga, bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Keempat sambung  Saifullah, memudarnya kesadaran terhadap nilai nilai budaya bangsa. Kelima, ancaman disintegrasi bangsa.

“Yang terakhir yaitu keenam melemahnya kemandirian bangsa” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Pancasila, Rafli Sulthan mengatakan, kegiatan ini digelar berangkat dari keresahan yang terjadi dikalangan pemuda dikarenakan melunturnya penerapan nilai nilai Pancasila dalam hidup berkehidupan dalam berbangsa dan bernegara

“Acara ini kami selenggarakan berangkat dari keresahan yang terjadi di kalangan pemuda, yang hakikat nilai nilai pancasila telah hilang dari berkehidupan bernegara di Indoensia,” ujarnya.

Berharap kedepannya para pemuda Indonesia untuk dapat dan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Agar kedepannya para pemuda Indonesia untuk mengamalkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara” imbuhnya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita