by

54 WNI Disekap di Kamboja

-Nasional-19 views

54 WNI Disekap di Kamboja

LANGSASATU.COM | JAKARTA – Sebanyak 54 Warga Negara Indonesia (WNI) disekap di Kamboja.

Membantu membebaskan para WNI tersebut, KBRI Phnom Penh melakukan berbagai upaya termasuk menghubungi pihak kepolisian Kamboja.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, puluhan WNI itu menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja.

“KBRI telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan sambil terus menjalin komunikasi dengan para WNI. Saat ini, Kepolisian Kamboja sedang melakukan langkah-langkah penanganan,” kata Judha pada wartawan, Kamis, (28/7)

Kasus penipuan di perusahaan investasi palsu kerap terjadi, seiring banyaknya tawaran kerja di Kamboja melalui media sosial.

untuk diketahui, pada 2021, KBRI Phnom Penh berhasil menangani dan memulangkan sebanyak 119 WNI korban investasi palsu.

Namun tahun ini, kasus serupa justru semakin meningkat. Hingga Juli 2022, tercatat 291 WNI menjadi korban, sebanyak 133 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, pihak Kemlu telah memfasilitasi penyidik Bareskrim Polri guna melakukan penyelidikan di Kamboja.

Informasi diperoleh dari para WNI yang dibebaskan tersebut, perekrut
sebagian besar masih berasal dari Indonesia.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak Bareskrim Polri untuk diselidiki lebih dalam guna penindakan terhadap para perekrut.

“Berbagai langkah sosialisasi juga ditingkatkan agar masyarakat waspada terhadap modus-modus penipuan lowongan kerja di Kamboja,” kata Judha.

Kasus ini mencuat berawal dari aduan seorang warganet dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah mengenai penyekapan WNI di Kamboja

Melalui unggahan itu, dirinya meminta tolong kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk segera dibantu.

Kemudian, Ganjar langsung memerintahkan Disnakertrans Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 54 WNI yang bekerja di negara Kamboja yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan diduga terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari.

Menurut dia, para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan, tetapi di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.(ant)

Fhoto : Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha sumber : antara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *