by

Nestapa Penjual Bibit Tanaman, Terkadang Satu Hari Tidak Ada Satupun Pembeli

-Langsa-74 views

Nestapa Penjual Bibit Tanaman, Terkadang Satu Hari Tidak Ada Satupun Pembeli

Laporan : Jamil Gade

Cuaca pagi Kota Langsa diselimuti mendung. Hujan seakan enggan tercurah ke bumi.

Namun, dinginnya pagi tidak menyurut langkah Pak Nurdin Sulaiman (79) mengais rejeki menjual bibit tanaman, demi menutupi biaya kebutuhan dapur rumah tangganya.

Beranjak dari rumah sederhananya di Gampong Baroh Langsa Lama Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Pak Nurdin Sulaiman mengayuh sepeda butut miliknya.

Tidak ketinggalan dibelakang dan depan sepedanya terikat dua keranjang yang memuat berbagai jenis bibit tanaman dalam polibet berwarna hitam untuk dijual.

Seperti, bibit tanaman daun sop, belimbing asam, jambu klutuk dan lainnya.

Diusianya yang sudah tergolong senja itu, Pak Nurdin Sulaiman terus mengayuh sepeda tuanya menuju ke arah tujuan.

Sepasang tangannya terlihat gemetar memegang setang sepeda, menahan dinginnya cuaca pagi.

Berbekal keyakinan, Allah SWT maha pengasih dan penyayang, maha pemberi rejeki, Diawali ucapan “Bismillah” pria berusia lebih setengah abad itu perlahan mengayuh sepedanya berkeliling Kota, menjajakan bibit tanaman yang dibawanya. “Umur tidak bisa dilawan”, rasa lelah memaksa pria tua berusia rapuh itu untuk beristirahat dan duduk pasrah menatap barang dagangannya seraya berharap adanya pembeli.

“Belum rejeki, mungkin sebentar lagi ada pembeli” kata Pak Nurdin bernada optimis, di jalan Cut Nyak Dhien atau persisnya di halaman depan SMA Negeri No 3 Langsa, seraya menyeka keringat dikening dengan kedua tangannya, Senin (12/7/2021).

“Setiap pagi, saya mangkal sementara disini, sebelum berkeliling” ujarnya lagi.

Ia juga mengatakan, menjual bibit tanaman sudah dua tahun ditekuninya.

Sebelum dijual sambungnya lagi, bibit tanaman tersebut terlebih dahulu Ia semaiĀ  ke dalam polibet. Setelah beberapa bulan dan tumbuh subur, selanjutnya dijual.

Satu polibet atau satu jenis bibit tanaman ia jual seharga Rp.20.000 rupiah.

Ia juga mengakui, pernah satu hari berjualan dan mengalami tidak ada satupun bibit tanaman miliknya laku terjual.

“Rejeki sudah sudah ada yang mengatur, hari ini tidak ada mungkin besok ada” kata Pak Nurdin Sulaiman bijaksana.

Disinggung bantuan modal usaha dari pemerintah yang pernah diterima. Ia mengatakan belum pernah mendapatkannya.

“Kalau bantuan dana PKH ada” ujarnya.

Pun demikian Ia mengatakan berfikir positif saja. Menurutnya rejeki itu Allah SWT yang memberi.

“Kita manusia wajib berusaha, Insya Allah,” ujarnya.

Menariknya diujung perbincangan, ia berpesan untuk selalu mendoakan yang terbaik terhadap sesama manusia, apalagi yang seiman.

“Itu perbuatan mulia, sudah ya, saya mau berkeliling lagi” ujarnya seraya beranjak dan kembali mengayuh sepeda tuanya

Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan dan melapangkan rejeki untuk mu Pak Nurdin.

Dari salahsatu usaha warkop sayup terdengar tembang dari musisi ternama Ebiet G.Ade.

“Meskipun langkah mu kadang gemetar, memikul beban yang makin syarat kau tetap bertahan”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita