by

Melihat Koleksi Benda Kuno dan Antik Milik Sofian Usmandi di Kota Langsa

Melihat Koleksi Benda Kuno dan Antik Milik Sofian Usmandi di Kota Langsa

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM, LANGSA- Ruang berukuran 4 X 6 meterĀ  itu berada di lantai dua salahsatu bangunan Ruko terletak di Jalan Medan-Banda Aceh atau persisnya Gampong Birem Puntong Kecamatan Langsa Baroe, Pemko Langsa, terlihat indah dan rapi, Minggu (14/10)

Satu unit meja kerja setengah biro, kursi tamu (Sofa) dan dua unit lemari kaca berukuran besar didalamnya tersusun rapi sejumlah benda kuno dan antik

Pemandangan itu pertanda pemiliknya mencintai karya seni dan kerapian. Sementara itu, di salahsatu sudut ruangan, terlihat satu unit mesin pembuat minuman kopi.

Tamu atau relasi yang datang bersilaturrahmi disuguhi dan menikmati secangkir minuman kopi bercita rasa kualitas terbaik.

“Waalaikum salam, silahkan masuk” kata seorang pria berusia 40 tahun, seraya bangkit dari tempat duduknya di balik meja kerjanya menyambut LANGSASATU.COM saat memasuki ruangan.

Pria itu adalah Sofian Usmandi atau akrab disapa Yan Betty, merupakan salah seorang pengusaha muda sukses di Kota Langsa.

“Silahkan, silahkan duduk,” katanya ramah.

Saat itu Ia juga berkata dalam bahasa Aceh “Jep kupi ( red- minum kopi)” tuturnya menawarkan minuman kopi.

Semerbak aroma kopi terasa memenuhi ruangan, ketika dua cangkir kopi panas tersaji diatas meja. Selanjutnya, perbincangan pun berlangsung bak air mengalir.

Di dinding terpajang, sejumlah pedang dan disudut meja kerja berjajar rapi sejumlah senjata tradisional Aceh yaitu Rencong dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Tampak juga piring dan guci antik diperkirakan asal Tiongkok. Diduga benda benda tersebut berusia puluhan, bahkan ratusan tahun.

Disinggung usia serta asal benda kuno dan antik itu, Sofian Usmandi hanya mengatakan,

“Wallahualam, semua ini merupakan milik Allah SWT” ujarnya singkat.

Kemudian, Ia juga memperlihat sejumlah koleksi benda kuno dan antik lainnya seperti buah salak, kapulaga, bawang merah dan putih serta buah asam Jawa yang telah menjadi batu.

“Jangan ditanyakan bagaimana terjadinya, ini benar benar batu, bukan stone printed” terangnya seraya mengetuk berulang pada benda keras lainnya.

Ia juga memperlihat, batu delima ori berukuran kecil dan batu berbentuk kepala VOC serta beberapa buah kepompong emas yang telah mengeras seperti batu.

Yan Betty juga memperlihatkan Alquran tulisan tangan diatas lembaran daun kurma dan Surat Yasin ditulis diatas lembaran kulit kayu. Serta Alqur’an berukuran kecil bertinta emas.

Dikatakan, koleksi tersebut merupakan sebagiannya saja, selain itu ada beberapa koleksi benda kuno lainnya berada dikediamannya.

“Jika ada waktu melangkah ke rumah, melihatnya” kata Yan Betty.

Dari sejumlah benda kuno dan antik, yang agak menarik yaitu rencong. Yan Betty mengambil salahsatu senjata tradisional Aceh itu.

Saat dikeluarkan dari sarungnya, terlihat besi tipis dan tajam berwarna hitam. Selain itu juga menebarkan aroma wewangian.

Diakhir perbincangan Yan Betty mengatakan, untuk tidak meyakini benda tersebut, apalagiĀ  sampai mengaitkannya dengan mistis. Menurutnya, hal itu sangat dilarang oleh agama, tegasnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita