by

Aceh Masuk Salah Satu dari 12 Provinsi Prioritas Penanganan Stunting oleh Pemerintah

-Nasional-16 views

Aceh Masuk Salah Satu dari 12 Provinsi Prioritas Penanganan Stunting oleh Pemerintah

LANGSASATU.COM | JAKARTA- Aceh masuk dalam salah satu provinsi dari 11 provinsi lainnya menjadi prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah.

“Saat ini prioritas pemerintah ada pada 12 provinsi, tujuh provinsi tertinggi yaitu NTT, Sulawesi Barat, Aceh, NTB, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, serta lima provinsi padat penduduk yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Banten,” kata Direktur Bina Ketahanan Balita dan Anak BKKBN, Irma Ardiana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, (11/7).

Disebutkan, Pemerintah terus berupaya mempercepat penurunan angka Stunting.

Selain itu, Pemerintah juga telah membuat Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 agar strategi nasional percepatan penurunan stunting menjadi acuan kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak

BKKBN telah memiliki program terkait dengan pencegahan stunting yaitu program Bapak Asuh Anak Stunting, berupa bantuan donatur sebagai orang tua asuh untuk penanggulangan masalah itu.

Ia mengatakan implementasi program Bapak Asuh Anak Stunting berupa pola asuh orang tua dengan anak stunting oleh dokter spesialis anak, pemberian makanan tambahan siap olah untuk anak stunting sebagai acuan orang tua dalam memberi makan pada anak, penyaluran dukungan dana bulanan untuk keluarga dengan anak stunting guna membantu mereka membeli bahan makan bergizi seimbang kepada anak.

“Selain itu pemberian susu atau produk olahan lainnya dan edukasi serta pemberian ‘food tray’ sebagai salah satu bentuk edukasi yang bisa diberikan kepada orang tua, sehingga orang tua dapat menyiapkan makan anak sesuai gizi seimbang,” kata dia dalam Diskusi Media: Intervensi Kebijakan Sebagai Alternatif Solusi Pencegahan Gizi Buruk dan Stunting di Indonesia diselenggarakan Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas), beberapa waktu lalu.

Program itu dibuat dengan harapan penurunan angka stunting untuk menuju generasi emas 2024 serta bonus demografis 2030 dapat terwujud serta permasalahan stunting dan gizi buruk segera usai dan ditangani dengan baik.

Irma mengatakan laju penurunan stunting per tahun menuju 14 persen di tahun 2024 yakni 3,4 persen, terangnya (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.