by

Akhiri Konflik, Lukas Enembe : Aceh Bisa Diselesaikan, Masa Papua Nggak Bisa

Akhiri Konflik, Lukas Enembe : Aceh Bisa Diselesaikan, Masa Papua Nggak Bisa

LANGSASATU COM, JAKARTA- Konflik bersenjata di Papua telah menghancurkan berbagai aspek serta sendi tatanan sosial kehidupan masyarakat. Diharapkan, konflik dapat segera berakhir dan diselesaikan dengan cara terhormat.

Gubernur Papua Lukas Enembe di Kantor Badan Penghubung Pemprov Papua, Jakarta Selatan, Jumat (27/5) mengatakan, menurutnya konflik Papua bisa diselesaikan sama seperti konflik bersenjata yang terjadi di Aceh.

Hal itu dikemukakan Lukas, merespons laporan Amnesty International Indonesia tentang situasi Intan Jaya, berkaitan dengan rencana penambangan Blok Wabu.

“Sebenarnya kita mampu menyelesaikannya (konflik bersenjata Papua) dengan cara yang terhormat. Ini mampu kita selesaikan, Aceh bisa diselesaikan, (masa) Papua enggak bisa,” kata Lukas seperti dilansir CNNIndonesia.

Menurutnya, masyarakat di Papua tidak menuntut pembangunan dalam permasalahan tersebut. Sedangkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Seiring gesekan terus terjadi, kata sambungnya, korban dari kedua pihak yakni TNI dan orang Papua berjatuhan. Ia pun mengaku sedih dengan hal tersebut.

“TNI kita jadi korban, TNI yang dibunuh? Bukankah itu manusia sama dengan masyarakat,” ujar Lukas.

“Dua ini bagaimana, TNI mati, masyarakat mati ini tidak bagus,” imbuhnya.

Sementara, Juru Bicara Pemprov Papua Muhammad Rifa’i Darus menjelaskan, Gubernur tidak menginginkan lebih banyak lagi korban berjatuhan, baik dari kalangan TNI maupun masyarakat adat Papua.

Menurutnya, kondisi itu membuat Lukas merasa sangat sedih. Lukas juga mendukung tugas pemerintah dan penegakan hukum di tanah Papua, termasuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM 2019 dan konflik terkait Blok Wabu.

“Perasaan tentang banyaknya korban yang meninggal di Papua baik dari TNI maupun masyarakat adat membuat beliau sangat pedih,” kata Rifa’i.(CNNIndonesia)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita