by

Aksi Pemerkosaan Marak, Negara Ini Nyatakan Darurat Nasional

Aksi Pemerkosaan Marak, Negara Ini Nyatakan Darurat Nasional

LANGSASATU.COM – Melonjaknya kriminalitas pemerkosaan membuat Presiden Liberia, George Weah bersikap tegas.

Bahkan mantan pesepak bola terbaik dunia itu menyatakan aksi pemerkosaan sebagai darurat nasional.

Ia pun memerintahkan pihak berwenang Liberia segera mengatasi persoalan tersebut

Sementara itu, ribuan warga Liberia memprotes melonjaknya insiden pemerkosaan di Ibu Kota Monrovia.

Aksi kekerasan seksual sudah pada taraf mengkhawatirkan di negara itu

Pernyataan yang dikeluarkan kantor presiden Liberia, Weah akan menempatkan jaksa penuntut khusus untuk pemerkosaan serta daftar nasional pelanggar seks.

Pemerintah juga akan membentuk apa yang disebut satuan tugas keamanan nasional untuk kekerasan berbasis seksual dan gender,” kata pernyataan itu seperti dilansir dari AFP, Minggu (13/9/2020).

Dalam pernyataannya, kantor Weah juga mengatakan bahwa langkah anti pemerkosaan lebih lanjut akan diumumkan.

Sebuah laporan PBB pada tahun 2016 mencatat 803 kasus pemerkosaan tahun sebelumnya di negara berpenduduk 4,5 juta itu, dan menemukan bahwa hanya dua persen dari kasus kekerasan seksual yang mengarah ke hukuman.

Insiden pemerkosaan tampaknya meningkat tajam tahun ini.

Margaret Taylor, direktur Jaringan Pemberdayaan Perempuan Liberia, mengatakan kepada AFP bulan lalu, bahwa LSM-nya telah mencatat 600 kasus pemerkosaan antara bulan Juni dan Agustus.

Angka itu meningkat dari antara 80 dan seratus kasus di bulan Mei, paparnya

Pengumuman Weah tentang darurat pemerkosaan nasional menyusul konferensi di Ibu Kota Monrovia tentang penanganan kekerasan seksual.

Berbicara dalam pertemuan tersebut, Weah mengatakan Liberia menyaksikan apa yang sebenarnya merupakan epidemi pemerkosaan dalam pandemi, yang
mempengaruhi sebagian besar anak-anak dan gadis muda di seluruh negeri, pungkasnya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita