by

Cerita Saksi Mata Ungkap Insiden Penembakan Tewaskan Mantan PM Jepang Shinzo Abe

Cerita Saksi Mata Ungkap Insiden Penembakan Tewaskan Mantan PM Jepang Shinzo Abe

LANGSASATU.COM | TOKYO- Duka menyelimuti rakyat dan negeri Jepang. Tragedi memilukan dari insidenĀ  penembakan yang menewaskan mantan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe, terjadi, masih belum dapat dipercaya masyarakat dan otoritas negara Jepang, ditengah ketatnya negara tersebut menerapkan peraturan kepemilikan senjata api.

Shinzo Abe dieksekusi (ditembak) di depan umum oleh pelaku Tetsuya Yamagami ketika sedang menyampaikan pidato politik kampanye pemilu parlemen di Nara, Jepang.

Dilansir dari media Jepang, Asahi Shimbun, Jumat (8/7/2022), saksi mata, seorang pelajar perempuan yang tengah dalam perjalanan ke sekolahnya menceritakan detik-detik peristiwa itu terjadi.

Pelajar itu menyebutkan, ia melihat seorang pria mendekati Abe dan melepaskan tembakan dengan senjata api ke arah Shinzo Abe.

Tembakan pertama sebutnya, Abe terlihat masih berdiri menyampaikan pidatonya.

Kemudian sambungnya lagi, pelaku
penembakan yang mengenakan atasan berwarna abu-abu, sejurus mengambil beberapa langkah ke belakang dan kembali melepaskan tembakan ke arah Abe. Terlihat tubuh Abe limbung dan tumbang usai tembakan kedua.

Setelah menjalankan aksinya, masih menurut keterangan saksi. Pelaku kemudian meletakkan senjatanya. Petugas keamanan pun langsung membekuk pelaku.

Pelajar itu juga mengatakan, sejumlah orang di lokasi kejadian ada yang pingsan, karena terkejut.

Sementara itu, saksi mata lainya, pria berusia 26 tahun, mengungkapkan, mendengar suara ledakan.

Ketika peristiwa itu terjadi, ia mengaku berdiri berjarak hanya beberapa meter dari Abe atau persisnya dibelakang pagar pengaman

Mendengar suara letusan, awalnya ia mengira suara bom.

“Saya mengira seseorang melempar bom,” katanya seraya menambahkan, kemudian tidak lama berselang terdengar suara tembakan.

Abe pun tumbang, melihat hal itu, teriakan histeris dari para peserta yang hadir kegiatan di lokasi.

Dia mengatakan, seorang politikus yang menjadi kandidat dalam pemilihan majelis tinggi tampak menangis seraya berlari ke arah Abe.

Senada juga disampaikan saksi lainnya, pria berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan real estate.

Ia mengaku, sekira pukul 11.30 waktu setempat mendengar suara ledakan seperti ledakan bom, kemudian, asap tampak mengepul. Beberapa saat kemudian, banyak ambulans dan pemadam kebakaran tiba di lokasi.

“Banyak orang sudah berkerumun di sana karena Abe datang. Namun, kerumunan semakin besar,” kata dia.

Sementara, seorang perempuan berusia 53 tahun menyaksikan saat pelaku penembakan mendatangi Abe.

Ia mengaku datang ke lokasi setelah mendapat selebaran mengenai pidato Abe.

“Saya melihat seorang pria berjalan dan mendekati Abe. Kemudian saya mendengar 2 suara tembakan, bang! Bang!. Pria itu pun terdiam. Dia tidak melarikan diri atau merasa takut akan tertangkap,” ungkapnya.

Dia menggambarkan senjata yang digunakan memiliki kartrid panjang dan bentuk yang membutuhkan dua tangan untuk dipegang.

“Jantung saya masih berdetak kencang, dan saya sangat takut,” katanya.

Tak lama setelah Abe tumbang, polisi menangkap seorang pria terkait penembakan Abe.

Dilansir CNN, foto penangkapan pria itu tersebar di media sosial. Pria yang belakangan diketahui sebagai eks angkatan laut Jepang itu tampak dipegangi oleh sejumlah petugas.

Abe kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan usai ditembak.

Media NHK dan Kyodo melaporkan Abe dalam kondisi henti jantung alias tidak menunjukkan tanda-tanda vital.

Abe pun dinyatakan meninggal dunia usai mendapat perawatan pukul 17.03 waktu setempat.

Pelaku penembakan merupakan mantan pasukan angkatan laut bela diri Jepang yang mengaku memiliki dendam kepada organisasi tertentu dan percaya Abe bagian dari organisasi itu. (dtc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *