by

Gunakan Alat Tangkap Ikan Ilegal, Delapan Nelayan Diamankan Polisi

-Nanggroe-16 views

Gunakan Alat Tangkap Ikan Ilegal, Delapan Nelayan Diamankan Polisi

LANGSASATU COM, BANDA ACEH- Diduga gunakan alat tangkap ikan ilegal lakukan aktifitas penangkapan ikan di perairan Pulau Aceh, Pulau terluar Kabupaten Aceh Besar, sebanyak 8 (Delapan) nelayan diamankan Polisi.

Selain pelaku, petugas juga turut mengamankan barang bukti yakni dua perahu motor bermesin 40 PK, dua unit kompresor, kelengkapan renang, peralatan memancing, keranjang ikan, selang, jeriken bahan bakar, ikan hasil tangkapan, dan lainnya.

“Delapan nelayan tersebut ditangkap karena diduga menangkap ikan menggunakan kompresor di perairan Pulau Aceh,” kata Direktur Polusi Perairan dan Udara Polda Aceh Kombes Pol Risnanto di Banda Aceh, Minggu (19/6/22).

Disebutkan, penggunaan kompresor untuk menangkap ikan dilarang, karena berbahaya bagi kesehatan serta berisiko meninggal dunia.

Adapun kedelapan nelayan itu yakni inisial ZK (44) dan MN (29) masing-masing sebagai nakhoda, serta anak buah kapal berinisial DW (36), SR (27), YS (32), MZ (25), MR (24), dan YN (32).

Kombes Pol Risnanto mengatakan, Kedelapan nelayan itu diamankan petugas, berawal adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan, adanya sekelompok nelayan menangkap ikan menggunakan kompresor.

Menindaklanjuti informasi itu sambungnya, kemudian tim dari Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditpolairud melakukan penyelidikan.

Tim juga sempat mengejar dua perahu motor yang digunakan oleh pelaku kapal “tactical”.

Setelah dapat dihentikan, dua perahu motor berikut delapan nelayan langsung diamankan ke Markas Komando Ditpolairud di kawasan Lampulo, Kota Banda Aceh, untuk dilakukan pemeriksaan, terangnya.

Para pelaku terancam dijerat melanggar Pasal 85 jo Pasal 100B Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan sebagaimana diubah dalam paragraf 2 Pasal 27 angka 26 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

“Ancaman hukuman tindak pidana tersebut satu tahun penjara dan denda maksimal Rp250 juta,” pungkasnya.(ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.