by

HMI Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRK Langsa 

-Langsa-16 views

HMI Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRK Langsa

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM | LANGSA – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Langsa menggelar aksi unjuk rasa terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Unjuk rasa berlangsung di depan pintu masuk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, Rabu (7/9).

Membawa sejumlah spanduk dan atribut, kader HMI melakukan orasi secara bergantian mengunakan pengeras suara.

Sementara itu, sejumlah personil keamanan yang terdiri dari Polri, TNI dan petugas pengamanan kantor DPRK Langsa terlihat bersiaga.

“Kalau presiden Jokowi tidak mampu lagi mengurus rakyat sebaiknya mundur, jangan rakyat yang menjadi beban akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat,” teriak Syarimin, salah seorang orator aksi unjuk rasa.

Naiknya harga BBM telah berimbas terhadap runtuhnya ekonomi masyarakat menengah kebawah, diantaranya, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan lainnya termasuk biaya transportasi.

Sementara itu, Faizah salah seorang orator lainnya mengatakan, unjuk rasa akan terus berlangsung sampai pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat untuk menurunkan harga BBM.

“Kami akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat, sampai pemerintah menurunkan harga BBM dan harga kebutuhan lainnya,” papar Faizah.

Hal senada juga disampaikan Akla, salah satu aktivis Kota Langsa yang turut serta di aksi unjuk rasa tersebut, menurutnya pemerintah dalam membuat kebijakan telah melukai hati rakyat kecil. Rakyat sambungnya lagi saat ini sangat terbebani dampak dari kenaikan harga yang berimbas terhadap kenaikan harga di sektor lainnya.

“Kami tidak ingin jawaban yang normatif kami ingin jawaban yang konkrit. Coba yakinkan kami dengan jawaban itu,” teriak Akla.

Aksi unjuk rasa juga menyampaikan 7 (Tujuh) poin tuntutan atau petisi, antara lain,

Meminta pemerintah untuk menurunkan harga BBM karena dinilai telah menyengsarakan rakyat.

Mendesak pemerintah untuk menurunkan Harga Tarif Dasar Listrik (TDL).

Usut tuntas oknum aparat yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi rakyat, dan copot Kapolri karena dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya.

Mendesak pemerintah untuk mencopot Menteri Komunikasi dan Informatika dan meminta DPR untuk membuat rancangan UU perlindungan data.

Tuntaskan kasus HAM di Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya yang terjadi di bulan september.

Mendesak DPRK Kota Langsa untuk merekomendasikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat agar dapat diindahkan.

Jika petisi ini tidak di indahkan, maka Jokowi wajib mundur dari jabatannya sebagai Presiden, Karena dinilai telah gagal dalam mengurus negara.

Sementara itu, Ketua DPRK Kota Langsa Maimul Mahdi turut serta didampingi Wakil Ketua I Saifullah,SE,MM serta sejumlah anggota dewan menerima kedatangan peserta aksi unjuk rasa.

Setelah menyampaikan sejumlah aspirasinya, sekira pukul 13.30 Wib peserta aksi unjuk rasa selanjutnya membubarkan diri secara tertib dan damai (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.