by

Mangkir Dua Panggilan Polisi Ciduk Tersangka UU ITE, Gambar Korban disertai Kata Hinaan Diduga Diunggah Pelaku di FB

-Nanggroe-96 views

Mangkir Dua Panggilan Polisi Ciduk Tersangka UU ITE, Gambar Korban disertai Kata Hinaan Diduga Diunggah Pelaku di FB

LANGSASATU.COM | ACEH JAYA- Pihak kepolisian Polres Aceh Jaya menciduk tersangka inisial M.H (27) warga Warga Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya, setelah sebelumnya dua kali mangkir di panggil polisi.

M.H merupakan juga DPO polisi, ditangkap karena diduga melanggar tindak pidana pencemaran nama baik dengan cara mengunggah kata-kata penghinaan yang ditujukan kepada individu atau kelompok melalui media sosial facebook.

Kapolres Aceh Jaya AKBP. Yudi Wiyono saat konferensi pers di Media Center, Mapolres setempat, Kamis (7/7) mengatakan, M.H diduga pelaku pelanggar UU ITE, menggugah kata-kata mengandung pencemaran nama baik, terjadi pada tahun 2019 lalu.

Ia mengunggah atau memposting diakun media sosial (Facebook) miliknya,l postingan menyandingkan foto salah seorang anggota DPRK Aceh Jaya dengan foto korban yang juga Ketua Pemuda Pancasila atas nama Irwanto dengan menuliskan kalimat “Perbedaan Pro – Rakyat Dengan Pro Porno”.

Dijelaskan, korban mengetahui postingan M.H pada hari Jum’at tanggal 09 Agustus 2019, pada saat itu korban berkendaraan bersama dengan Syahroni hz.

Di dalam mobil Syahroni hz memperlihatkan postingan yang diunggah atau di posting oleh akun medsos (facebook) milik M.H.

Korban yang merasa dicemarkan nama baiknya tidak terima dan melaporkan ke SPKT Polres Aceh Jaya , Kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Yudi Wiyono.

Diterangkan, penyidik kepolisian sudah melayangkan dua kali surat panggilan kepada M.H guna untuk dimintai keterangan yaitu pada tanggal 09 dan 14 Oktober 2020. Namun, M.H (27) tidak hadir dan mengabaikan panggilan tersebut.

“Selanjutnya Penyidik/penyidik pembantu mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) nomor : DPO/18/XII/Res.1.14/2020/Reskrim, tanggal 14 Desember 2020,” terang Kapolres

Kemudian, Minggu (3/7/22), polisi mendapat informasi, M.H sedang berada di Desa Keutapang Kecamatan Krueng Sabee Aceh Jaya, tepatnya di kantor DPW salah satu parlok.

Mendapat informasi tersebut penyidik/penyidik pembantu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap M.H sesuai surat perintah penangkapan nomor: Sp.Kap/19/VII/Res.2.5/2022/Reskrim, tanggal 03 Juli 2022 dan pada pukul 19.30 Wib, penyidik/penyidik pembantu, selanjutnya melakukan penangkapan terhadap MH

Terhadap terduga disangkakan Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan bunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1 miliar, pungkasnya (*)

fhoto : ilustrasi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Index Berita