by

Nestapa Bocah Penjual Balon di Langsa, Pernah Tiga Hari, Tidak Satupun Laku

-Langsa-37 views

Laporan :Jamil Gade

LANGSASATU.COM : Kisah anak yang mau bekerja untuk membantu ekonomi keluarga selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Seperti halnya Jhony Andrean (12) bocah penjual mainan anak berupa balon dan terompet di Kota Langsa. Teriknya sinar matahari tak dihiraukan pelajar kelas I, salah satu SMP ini, berjibaku dengan peluh menjajakan barang dagangannya.

“Balon Om, Balon, Bu” tawarnya kepada setiap pasangan orang tua yang datang berkunjung ke Taman Bambu Runcing bersama putra putrinya.

Butiran keringat terlihat mengalir membasahi kening dan wajahnya. Sesekali ia usap dengan lengan kecilnya.

Matanya terus memperhatikan setiap pengunjung taman yang keberadaannya persis ditengah jantung Pemerintahan Kota pemilik 5 Kecamatan dan 66 Gampong itu, berharap membeli barang jajakannya.

Hari beranjak petang, wajah polos itu terlihat gundah, karena tidak satupun barang dagangannya laku atau terjual.

“Belum ada satupun laku Om” katanya lirih pada LANGSASATU. COM dengan raut sedih, Minggu (19/4/2020)

Balon dan terompet yang ia jual harganya Rp. 15.000/buah. Seperti biasa, setiap harinya balon dan terompet terjual paling banyak tiga buah.

“Pernah tiga hari, tidak satupun laku terjual” ujarnya lagi.

Orang tua Jhony Andrean juga penjual mainan anak setiap harinya mangkal berjualan didepan Taman Bambu Runcing Langsa.

Jhony berjualan untuk membantu meringankan beban orang tuanya, karena himpitan ekonomi yang mendera keluarganya. (*)

Artikel ini telah ditayang di media acehsatu.com berjudul Kisah bocah kecil penjual balon di Langsa, Pernah Tiga Hari Tidak Satupun laku.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita