by

Pengadilan Diminta Tidak Terburu buru Eksekusi Aset YDBU Langsa

-Langsa-140 views

Pengadilan Diminta Tidak Terburu buru Eksekusi Aset YDBU Langsa

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM, LANGSA – Pengadilan Negeri (PN) Langsa diminta untuk tidak terburu buru melakukan eksekusi aset Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum pihak YDBU Langsa, Muslim A.Gani, SH, MH pada Konfrensi Press, Senin (28/2/22).

Muslim juga menyebutkan, pihaknya telah melakukan perlawanan hukum terhadap upaya eksekusi dimaksud.

“Kami telah melakukan upaya hukum untuk melakukan perlawanan eksekusi. Jadi, Pengadilan Negeri Langsa tidak boleh melakukan eksekusi secara serta merta, mengingat masih banyak persoalan terkait hukum dalam perkara ini. Apalagi Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL) telah memiliki perubahan akta dan badan hukum tahun 2013 yang selama ini tidak masuk dalam gugatan para penggugat”, kata Muslim A Gani.

Menurutnya, secara hukum yang digugat oleh para penggugat selama ini adalah terkait akta tahun 2010. Sementara yang berjalan sekarang SK Menkumham tahun 2010 dan SK Menkumham tahun 2013 tentang perubahan anggaran dasar.

Dan SK tersebut belum pernah menjadi objek sengketa baik melalui Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tata Usaha Negara.

“Jadi, sekali lagi kami tegaskan Pengadilan Negeri Langsa tidak boleh terburu-buru menyahuti ambisi para pihak untuk melakukan eksekusi aset Yayasan, meskipun putusan hukum tentang gugatan akta tahun 2010 telah berkekuatan hukum tetap. Apalagi, dibalik semua itu ada ribuan santri dan Mahasiswa Bustanul Ulum Langsa, yang masih melangsungkan pendidikan di lembaga tersebut. Ini sangat berbahaya”, ujar Muslim A Gani.

Terkait hal ini, putusan hukum tersebut telah menimbulkan kekacauan, sehingga Muslim A Gani menyarankan kepada para penggugat agar melakukan gugatan ulang. Karena dokumen yang di keluarkan selama ini menurutnya cacat hukum.

Lanjutnya, menyangkut adanya aset milik yayasan berupa sebidang tanah di Gampong Alur Pinang Kecamatan Langsa Timur seluas lebih kurang 7 rante yang terindikasi telah digarap/diserobot oleh individu tertentu dan mengaku sebagai pengurus Yayasan tandingan, Muslim A Gani menegaskan, agar pihak-pihak yang telah menggarap/mencaplok tanah milik YDBU Langsa, segera menghentikannya.

“Kalau lahan YDBUL yang telah digarap atau di caplok itu tidak segera dihentikan, maka kita akan lakukan langkah hukum lebih lanjut. Apalagi, YDBU Langsa dibawah pimpinan Dr Amiruddin Yahya Azzawy MA, masih sah sesuai hukum. Dan tidak boleh ada pihak mana pun yang melanggar hukum dan melakukan langkah yang tidak baik”, pungkas Muslim A Gani.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita