by

Pimpinan Tersandung Kasus Pencabulan dan Perundungan Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren

-Nasional-11 views

Pimpinan Tersandung Kasus Pencabulan dan Perundungan Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pasantren

LANGSASATU.COM | JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) mencabut Izin Operasional Pesantren MBS, Jombang, Jawa Timur.

Langkah tegas itu dilakukan Kemenag seiring terjadinya dugaan kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri yang dilakukan oleh pimpinan pesantren tersebut.

Mirisnya lagi, salah satu pimpinan pesantren itu, inisial MSAT saat ini menjadi DPO pihak kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri.

Sementara itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Waryono di Jakarta, Kamis (7/7) pada wartawan mengatakan, sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat, ujarnya.

Selain itu tindakan tegas dilakukan, karena pesantren itu juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap pelaku.

Menurut Waryono, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang oleh ajaran agama.

Kemenag sambung Waryono mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Selain itu, guna memastikan terhadap kelangsungan pendidikan terutama para santri Pasantren yang dicabut izin operasionalnya itu sambung Waryono, para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

Terkait hal ini lanjutnya, pihak Kemenag akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait lainnya, terang Waryono

“Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” tuturnya

Sebelumnya, aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur hingga kini masih menyisir area Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, mencari tersangka pencabulan santriwati berinisial MSAT, anak kiai pengasuh pesantren itu.

Kasus yang diduga melibatkan MSAT itu terjadi pada 2017 dengan melakukan perbuatan asusila pada lima santri putri di kawasan pesantren Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

MSAT sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2020, namun yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim.

Ia menjadi tersangka kasus asusila kepada para santri di pesantren yang dipimpin ayahnya tersebut.

MSAT bertugas sebagai pengurus pesantren yang dipimpin ayahnya itu. Ia juga sebagai guru di Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut. Selama ini MSAT juga dikenal sebagai pengusaha rokok jenama ST.(ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.