by

Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Kota Langsa, Ini Tarif Harganya

-Langsa-63 views

Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Kota Langsa, Ini Tarif Harganya

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM,LANGSA- Sat Reskrim Polres Langsa berhasil membongkar bisnis prostitusi online di wilayah hukumnya.

Dua tersangka diduga mucikari, penyedia fasilitas dan mempromosi Jarimah Zina, inisial ER (44) perempuan, Ibu Rumah Tangga dan DP (23) pria, wiraswasta, keduanya merupakan warga Dsn Damai Gampong Sidorejo Kecamatan Langsa Lama, Pemko Langsa, turut diamankan oleh petugas.

“Keduanya diamankan petugas, pada Minggu (3/10), sekira pukul 19.00 Wib di Dsn Damai Gampong Sidorejo Kecamatan Langsa Lama” kata Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Krisna Nanda Aufa, S.Trk, Selasa (12/10) dalam konferensi pers di Mapolres setempat.

Krisna menyebutkan, keduanya diamankan, setelah petugas mendapat informasi dari warga tentang adanya praktik dan tempat perzinahan berlangsung.

Ia juga menjelaskan modus operandi praktek bisnis esek esek tersebut, dimana berawal tersangka ER menghubungi seorang laki laki yang hendak memesan wanita.

Kepada lelaki pemesan, ER juga menyebutkan tarif harga Rp 400 ribu untuk short time dan 700 ribu, long time.

Setelah disepakati, selanjutnya ER menghubungi tersangka DP agar menghubungi wanita (pekerja sex).

Kemudian, setelah lelaki pemesan tiba di Kota Langsa. Menggunakan sepmor Honda Vario warna Hitam BL 5035 FQ, tersangka DP menjemput dan selanjutnya menuju ke rumah ER.

Tiba di tempat, DP langsung mengarahkan lelaki pemesan itu masuk kamar khusus, dimana telah menunggu wanita pekerja sex di dalamnya. Tetapi, terlebih dahulu diharuskan membayar uang tunai (cash) sejumlah Rp.400 ribu.

“Adapun uang Rp.400 ribu itu kemudian dibagi, DP memperoleh Rp.150 ribu, ER Rp.100 ribu dan sisanya Rp 150 ribu diterima wanita pekerja sex” terang Kasat.

Adapun barang bukti berhasil disita petugas antara lain uang tunai sejumlah Rp.400 ribu.

Satu Handphone merk RedMI Note warna hitam.Satu Handphone merk OPPO A37 F warna putih. Satu Handphone merk Samsung J4 warna putih. Satu Handphone merk Xiaomi serta Sepeda motor Honda Vario BL 5305 FQ warna Hitam.

Kasat Reskrim mengatakan, atas perbuatannya tersangka dapat dijerat menyediakan atau mempromosikan Jarimah Zina dan atau menyelenggarakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah Ikhtilath dan atau menyelenggarakan, menyediakan fasilitas dan mempromosikan Jarimah khalwat sebagaimana dimaksud pasal 33 ayat (3) Jo Pasal 25 ayat (2) Jo Pasal 23 ayat (2) Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Pasal 33 Ayat (3) Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat berbunyi :

“Setiap orang dan atau badan usaha yang dengan sengaja menyediakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah Zina diancam dengan uqubat ta’zir cambuk paling banyak 100 kali dan atau denda paling banyak 1.000 gram emas murni dan atau penjara paling banyak 100 bulan”.

Sedangkan pasal 25 ayat (2) Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat berbunyi :

“Setiap orang dengan sengaja menyelenggarakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah Ikhtilath diancam dengan uqubat ta’zir cambuk paling banyak 45 kali dan atau denda paling banyak 450 gram emas murni dan atau penjara paling banyak 45 bulan”

Sementara pasal 23 ayat (2) Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat berbunyi :

“Setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah khalwat diancam dengan uqubat ta’zir cambuk paling banyak 15 kali dan atau denda paling banyak 150 gram emas murni dan atau penjara paling banyak 15 bulan” pungkas Kasat Reskrim (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita