by

Polisi Tangkap Pasutri Cetak dan Edar Uang Palsu

-Nanggroe-18 views

Polisi Tangkap Pasutri Cetak dan Edar Uang Palsu

LANGSASATU.COM, LANGSA- Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap pasangan suami isteri (Pasutri) inisial NF (suami) dan YM (isteri) diduga cetak dan edarkan uang palsu. Keduanya diamankan petugas di Kota Banda Aceh.

Dilansir Acehsatu.com, menggunakan uang palsu, pelaku sempat melakukan transaksi membelikan handphone (HP).

“Pelaku kita tangkap setelah ada laporan warga, pelaku sempat membeli handphone menggunakan uang palsu,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha, di Banda Aceh, Senin.

Diterangkan, kasus ini terungkap setelah pelaku NF (34) membeli handphone bekas merk iPhone milik korban M Ikhsan yang dijual melalui medsos facebook, seharga Rp5,6 juta.

Setelah melakukan transaksi di kawasan Siron Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, korban akhirnya menyadari, bahwa uang yang diterimanya tidak asli atau uang palsu, dan akhirnya membuat laporan polisi.

“Uang palsu saat transaksi itu ada pecahan Rp100 ribu sebanyak 45 lembar (Rp4,5 juta), dan pecahan Rp50 ribu 23 lembar (Rp1,15 juta),” ujarnya.

Kasat Reskrim menambahkan, setelah dilakukan pengembangan dan mendatangi rumah kos tersangka di wilayah Lueng Bata Banda Aceh, pelaku bersama istrinya sudah tidak berada di rumah.

Setelah dicari akhirnya mereka tertangkap di kawasan Keutapang Aceh Besar.

Disebutkan, dalam pembuatan uang palsu tersebut pelaku menggunakan alat bantu berupa satu (satu) unit printer, kertas hvs, gunting dan lakban bening dengan modal dari istri.

“Jadi peran istri dalam kasus ini ikut memberikan modal untuk membeli printer, ia juga melihat perbuatan suaminya dan ikut menerima uang palsu tersebut,” katanya.

Disebutkan, pelaku ternyata sudah belajar cara membuat uang palsu tersebut sejak 2020 melalui video YouTube. Namun usahanya terus gagal dan baru kali ini berhasil dibuat.

“Ini kali pertama pelaku berhasil membuat uang palsunya, total semuanya yang sudah dicetak Rp6 juta,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini yakni uang palsu sebanyak Rp5,65 juta yang terbagi dari 45 lembar pecahan Rp100 ribu dan 23 lembar pecahan Rp 50 ribu. Kemudian, satu handphone IPhone, satu printer dan satu unit sepeda motor vario.

“Mereka akan dijerat dengan pasal 36 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim (*)

Fhoto : ilustrasi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita