by

Ramai Warga Mengurus KIA ke Dinas Kependudukan dan Capil Kota Langsa, Ibrahim Latif: “Tidak Dipungut Biaya alias Gratis”

-Langsa-82 views

Ramai Warga Mengurus KIA ke Dinas Kependudukan dan Capil Kota Langsa, Ibrahim Latif: “Tidak Dipungut Biaya alias Gratis”

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM, LANGSA- Warga Kota Langsa ramai mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemko setempat untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA), Selasa (25/5/2021).

Hal itu ditenggarai seiring memasuki tahun ajaran baru bagi anak peserta didik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Langsa, Ibrahim Latif,S.Pd,MM pada LANGSASATU.COM diruang kerjanya, mengakui terhadap tingginya pelayanan pengurusan permintaan Kartu Identitas Anak (KIA) oleh warga di instansi yang dipimpinnya.

“Satu hari mencapai puluhan bahkan seratusan, KIA kita cetak dan terbitkan” kata Ibrahim Latif.

Pun demikian tambah mantan Kadis Syariat Islam Kota Langsa ini, pihaknya tetap kedepankan profesionalitas melayani permohonan warga tersebut.

Ia menegaskan, terkait pelayanan pengurusan KIA, pihaknya tidak memungut biaya serupiah pun alias gratis bagi warga.

“Syaratnya, warga pemohon cukup membawa foto Copy KTP dan Akte Kelahiran anak” terangnya.

Ibrahim Latif menerangkan, KIA yang diterbitkan terbagi dua yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun. Masa berlaku kartu untuk kedua kelompok usia ini, juga berbeda.

Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia anak menginjak 5 tahun.

Sementara bagi anak usia di atas 5 tahun, masa berlaku KIA juga akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.

“Fungsi KIA untuk kedua kelompok usia ini sebenarnya sama, hanya saja isi yang terdapat di kartu memiliki sedikit perbedaan” ujarnya

KIA untuk anak usia 0-5 tahun tidak menampilkan foto, tetapi KIA untuk anak usia 5-17 tahun memakai foto layaknya KTP.

Dalam KIA, informasi yang tertera meliputi nomor induk kependudukan (NIK), foto anak, nama orangtua, dan alamat rumah.

Bedanya dengan KTP, tidak terdapat chip elektronik pada KIA. Nantinya ketika anak berusia 17 tahun, KIA diubah menjadi KTP.

Hal ini karena induk kependudukan (NIK) yang tertera di KIA sama dengan NIK yang ada di KTP.

Kegunaan KIA

Secara umum kata Ibrahim Latif, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP.

Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, manfaat KIA adalah sebagai berikut, Melindungi pemenuhan hak anak. Menjamin akses sarana umum.

Menurutnya, KIA wajib dimiliki setiap anak agar bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri.

Sekedar informasi, sejak dikeluarkannya kebijakan KIA lewat Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No. 2 tahun 2016, program pembuatan dan kepemilikan kartu identitas anak sudah mulai berlaku secara nasional.

Kartu Identitas Anak (KIA) adalah bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang dewasa pada umumnya.

Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, manfaat KIA adalah sebagai berikut:

Melindungi pemenuhan hak atas anak. Menjamin akses sarana umum. Mencegah terjadinya perdagangan anak.

Selain itu, Menjadi bukti identifikasi diri ketika anak sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk. Memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi.

KIA juga dibutuhkan untuk pendaftaran sekolah, bukti identitas diri saat membuka tabungan atau menabung di bank, bukti pendaftaran BPJS, dan lainnya.

“Intinya, KIA ini memiliki manfaat dan pelayanan publik, warga negara khususnya bagi anak” pungkasnya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita