by

Ratusan Peserta antusias Ikuti Webbinar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi bersama Anggota DPR-RI asal Aceh dan Kominfo RI

-Langsa-43 views

Ratusan Peserta antusias Ikuti Webbinar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi bersama Anggota DPR-RI asal Aceh dan Kominfo RI

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM,LANGSA- Sebanyak 400 orang peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan seminar Webbinar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media edukasi di tengah pandemi Covid-19, di Kota Langsa, Minggu (29/11/2020).

“Kegiatan Webbinar, berlangsung selama 2 (Dua) hari yaitu 29-30 November 2020” ujar panitia pelaksana kegiatan, Halid,ST pada ACEHSATU.COM.

Ketua Komunitas Sahabat Ilham Pangestu (SIP) itu juga menerangkan, adapuan unsur peserta yaitu, mahasiswa, jajaran pengurus DPD II Partai Golkar.

Jajaran pengurus dan anggota sayap partai Golkar seperti, MKGR, AMPI, SOKSI, KOSGORO Kota Langsa, Tokoh pemuda, Komunitas SIP, KPPG DPD II Partai Golkar Langsa.

“Seminar Webbinar ini digelar bekerjasama dengan anggota DPR-RI Komisi I DPR-RI asal Aceh, Bapak Ilham Pangestu dan Kementerian Kominfo RI” ujarnya

Seminar jarak jauh ini sambung Halid,ST selain menghadirkan narasumber  anggota DPR RI Dapil Aceh 2, Ilham Pangestu.

Turut memberi materi, Kordinator bidang hukum dan kerjasama Ditjend Informasi dan komunikasi publik Kominfo, Medio Decci Lustarini dan tokoh muda Kota Langsa dari akademisi, Dr Amiruddin Yahya Azzawy MA serta dipandu moderator Muhammad Nasir ST MT, pegiat jurnalistik

Anggota DPR RI, Ilham Pangestu asal Kota Langsa, Provinsi Aceh memaparkan, pemberlakuan kebijakan social distancing atau physical distancing yang menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang secara tiba-tiba, membuat tenaga pendidik dan peserta didik kaget termasuk orang tua.

Menurut legislator fraksi Golkar tersebut, pembelajaran berbasis teknologi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun pembelajaran daring yang berlangsung selama pandemi covid-19, membuat kaget hampir disemua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.

“Pandemi Covid-19 ini seakan-akan memaksa semua manusia harus siap terhadap perkembangan teknologi saat ini,” ujar anggota komisi I DPR RI ini.

Lanjutnya, mau tidak mau pandemi Covid-19 menuntut kita semua beradaptasi dengan era digital sehingga proses pembelajaran berkembang secara inovatif. Pembelajaran online atau pembelajaran virtual salah satu upaya mengatasi tantangan ditengah pandemi Covid-19. Posisi teknologi akan meningkatkan proses pembelajaran karena perkembangan teknologi berpengaruh terhadap lingkungan pendidikan.

Tenaga pendidik juga dapat memanfaatkan teknologi sebagai media perantara dalam menyampaikan ilmu pengetahuan kepada anak didik melalui beberapa aplikasi, seperti aplikasi zoom, spada, google classroom, google meeting atau dapat pula melalui whatsapp group.

Sementara, Kordinator Bidang Hukum dan Kerjasama Ditjend Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Medio Decci Lustarini mengupas pandemi covid-19 yang mendorong perubahan kebijakan ekonomi dan politik dunia ke depan.

Perspektif, sikap dan perilaku masyarakat seperti konsep bekerja, budaya hidup sehat, aktivitas belanja dan gaya hidup.

“Bergeser gaya hidup dimana rumah menjadi pusat aktifitas, berkerja, tinggal dan bermain,” ujarnya

Pandemi Covid-19 menurut Medio Decci Lustarini, juga berdampak peningkatan pemanfaatan internet dalam menjalankan aktifitas kerja, sekolah dari rumah. Juga terjadi pergeseran preferensi aplikasi darui user generated content dan game ke aplikasi pendukung kerja dan hiburan.

Secara tidak langsung Indonesia memasuki era digital dan pemerintah lewat Kominfo berusaha membangun infrstruktur digital yang berkualitas dan ekosistem digital yang mengatar masyarakat menuju digital sosiety.

TIK Penanganan Covid-19

Dijelaskan lagi, pemanfaatan TIk untuk penanganan pendemi Covid-19 diantaranya, aplikasi peduli dan melindungi, website Covid-19. go.id, integrasi data sitem Gugus tugas, Chatbok Whatapps Covid19 go.id, monitoring dan penanganan hoak, monitoring media sosial/digital, diseminasi informasi, penyediaan internet khusus, dukungan telko untuk WHF, digital talent scolarship, siberkreasi online dan startup di gital.

Berita Hoaks

Wanita lulusan Magister Art Monash University Australia yang disapa Izet ini juga menjelaskan berkaitan informasi hoaks, mis informasi dan disinformasi, seperti narasi yang menggugah emosi berisi klaim yang salah namun disusun dengan tata bahasa opini personal informasi bohong atau tidak lengkap yang sering disebarkan lewat aplikasi pesan.

“Tujuannya menciptakan kebingungan dan memunculkan rasa tidak percaya, sekaligus menggugah emosi melalui cerita yang salah,” ujarnya

Selanjutnya, gambar dan video yang sudah dicurangi, diubah isinya, atau diubah konteksnya. Ada juga pencantuman Website/ Identitas Otoritas, biasanya Informasi tidak benar diakhiri dengan pencantuman link ke website atau nama pejabat/tokoh.

Disinformasi bertujuan phising, spam atau kampanye hitam yang diorkestrasi, disinformasi phising dilengkapi dengan link yang bersifat “click and share”. Tujuannya untuk mencuri data.

Sementara kampanye hitam berita bohong difabrikasi dan disebarkan dengan tujuan menjatuhkan atau menimbulkan kekacauan.

Diakhir ulasannya, Izet mengajak peserta webbinar bersatu dalam melawan Covid-19 sehingga tidak mudah terpengaruh dan selalu mengecek kebenaran setiap informasi berkaitan Covid-19 dan informasi lainnya yang berselewaran di medsos sehingga merugikan kita semua dalam pemulihan Covid-19.

Sementara DR Amiruddin mengulas manfaat TIk ditengah pandemi, juga lebih mengklasifikasi pada pemanfaatan TIK untuk dunia pendidikan. “Teknologi itu harus dimanfaatkan dengan baik sebagai alat bantu dalam mempermudah urusan manusia dan TIK juga sebagai pencegahan infomasi hoax Covid-19 sehingga kita mendapatkan Kebenaran informasi dan positif informasi,” ujar Dosen IAIN Langsa ini mengakhiri

Seminar merajut nusantara ini diakhiri dengan tarian budaya asal Aceh dan sanggar tari lokal (*).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita