by

Usai Heboh Rendang, Kini Nasi Uduk Aceh Lauk Babi

-Nanggroe-14 views

Usai Heboh Rendang, Kini Nasi Uduk Aceh Lauk Babi

LANGSASATU.COM, JAKARTA – Usai heboh dan viral di sosial media (Sosmed), nasi Padang lauk rendang babi.

Dunia kuliner kembali digegerkan keberadaan warung nasi uduk Aceh menawarkan lauk babi, disertai aneka toping seperti dendeng hingga sate babi.

Dilansir detikfood, Muhammad Rajin Firdaba, salah seorang warga pengguna facebook mengunggah, pengalaman pribadinya ketika bersantap nasi gurih

“Kebetulan lagi hits nasi padang rendang babi, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman pribadi dan keluarga waktu nyari sarapan pagi di tempat langganan kita,” tulisnya.

Sebelumnya, ia bersama keluarga, ingin makan di gerai Nasi Gurih Pak Zul,Jakarta. Namun, kebetulan saat itu gerainya tutup, sehingga dirinya pun memutuskan untuk mencari gerai makan lainnya.

Kemudian, ia menemukan sebuah warung nasi uduk bernama Nasi Uduk Aceh 77 yang rupanya menjual lauk berbahan dasar daging babi. Lokasinya berada di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara.

Awalnya, ia tak merasa curiga, sebab dengan label nama ‘Aceh’ dirinya yakin bahwa makanannya halal. Kecurigaan pun timbul saat melihat penampilan dendeng yang ditawarkan.

“Tapi pas ngeliat dendengnya punya warna yang unik dan beda dengan dendeng yang biasa kita lihat di Aceh. Kita tanya awalnya gak dijawab, malah pelanggan di situ yang jawab,” lanjutnya.

Ternyata, dugaannya tidak meleset, dimana dendeng yang dijual tersebut non halal bagi umat Muslim karena berbahan dasar babi.

Selain dendeng babi juga ada sate babi. Mengetahui itu, ia dan keluarganya langsung mengurungkan niat untuk makan

Memang tak ada yang salah dengan dendeng babi, kecuali hukum makan bagi umat muslim. Namun menurutnya, ia sebagai muslim memiliki hak dan dilindungi.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa Aceh memiliki Undang-undang tersendiri terkait kekhususan Syariat Islam. Dengan itu semua orang tahu bahwa semua masakan Aceh adalah halal.

“Jadi yang saya kritisi adalah brand ‘Aceh’ yang muncul di produk tersebut, tapi menjual makanan non halal. Saya pikir kurang arif jika masakan Aceh atau brand nama Aceh disandingkan dengan makanan non halal,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mempermasalahkan usaha makanan non halal, melainkan penggunaan nama ‘Aceh’ pada brand makanan yang identik dengan keislaman dan kehalalannya.

Saya pikir kurang bisa diterima masyarakat Aceh khususnya,” tutupnya.

Unggahannya pun ramai dikomentari oleh netizen. Tak sedikit netizen yang setuju dengan pendapat dari Muhammad Raji Firdana.

“Wah merusak nama pedagang nasi gurih Aceh nih,” tulis netizen.

“Beneran kah ada nasi gurih yang tidak halal?,” tulis netizen lainnya.

Wartawan telah menghubungi Nasi Uduk Aceh 77, tetapi belum ada respon. Menurut ulasan dari beberapa food vlogger, Nasi Uduk Aceh 77 ini memang menawarkan lauk halal dan non halal.

Sementara nasi gurih atau disebut bu gurih merupakan nasi uduk Aceh yang diberi aneka topping antara lain ikan dan rendang daging.(dtf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.