by

Selangkah Lagi, Thailand Menjadi Negara Kedua di Asia Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Selangkah Lagi, Thailand Menjadi Negara Kedua di Asia Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

LANGSASATU.COM,BANGKOK- Anggota parlemen Thailand berhasil meloloskan empat RUU mengenai pengesahan pernikahan sesama jenis.

Kondisi itu tak dinyana selangkah lagi, negara memiliki ibu kota Bangkok tersebut menjadi negara kedua di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Bila dua lagi rancangan RUU disetujui, negara miliki mata uang Bath itu, bakal menyusul negara Asia lainnya yakni Taiwan yang sudah terlebih dahulu melegalkan pernikahan sejenis

Keempat RUU yang disetujui pada Rabu (15/6/22) masing-masing berusaha untuk memberikan pasangan sesama jenis hak hukum yang hampir sama dengan pasangan heteroseksual.

Kabinet mengesahkan dua RUU dua Minggu lalu, dimana akan membuat undang-undang kemitraan sipil sesama jenis. RUU kemitraan sipil diusulkan oleh Partai Demokrat juga disetujui.

RUU pernikahan setara yang lebih liberal dari partai oposisi Move Forward juga disahkan, meskipun ada upaya pemerintah untuk membatalkannya.

Rancangan itu berusaha untuk menggantikan istilah gender dalam undang-undang yang ada dan membuat pernikahan berlaku untuk semua orang.

“Ini adalah pertanda yang sangat baik. Harus ada standar yang sama untuk semua jenis kelamin, apakah itu serikat sipil atau pernikahan,” kata Chumaporn “Waddao” Taengkliang, dari Koalisi Pelangi untuk Kesetaraan Pernikahan, mengacu pada persetujuan RUU tersebut.

Sementara itu, Aktivis LGBT Thailand mengkritik dua RUU yang didukung pemerintah, alasannya tidak perlu adanya undang-undang khusus untuk pasangan sesama jenis.

Mereka hanya menuntut amandemen untuk membuat undang-undang yang ada lebih inklusif.

Keempat RUU tersebut akan dibahas oleh komite beranggotakan 25 orang, dan akan memutuskan apakah akan mengirim salah satu dari RUU tersebut, atau rancangan konsolidasi, ke parlemen untuk dua pembacaan lagi, sebelum senat kemudian mendapat persetujuan kerajaan.

Thailand memiliki komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang paling terbuka dan terlihat di Asia, menambah citra toleransi dan daya tariknya sebagai tujuan liburan liberal bagi turis asing.

Tetapi para aktivis mengatakan undang-undang dan institusi Thailand belum mencerminkan perubahan sikap sosial dan masih mendiskriminasikan orang-orang LGBT dan pasangan sesama jenis.

Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand, tahun lalu memutuskan undang-undang pernikahan saat ini, yang hanya mengakui pasangan heteroseksual, adalah konstitusional, tetapi undang-undang yang direkomendasikan agar dapat diperluas untuk memastikan hak-hak jenis kelamin lain.

Pengesahan RUU tersebut menyusul diselenggarakannya Pride Parade secara resmi di Thailand pekan lalu, di mana ribuan orang mengibarkan bendera pelangi dan menyerukan reformasi liberal.(ant)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita