by

Sumut Klaim Empat Pulau Perbatasan Sumatera Utara-Aceh Masuk Wilayah Administrasinya

-Nanggroe-20 views

Sumut Klaim Empat Pulau Perbatasan Sumatera Utara-Aceh Masuk Wilayah Administrasinya

LANGSASATU.COM, SUMUT- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mengklaim empat pulau di perbatasan Provinsi Sumatera Utara-Aceh yaitu Pulau Mangkir Gadang, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang masih dalam wilayah administrasi pemerintahannya.

Klaim tersebut bukan tanpa alasan, Pemerintah Provinsi Sumatera berpedoman kepada Kemendagri nomor 050-145 dan meminta semua pihak mempedomaninya

“Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Nomor 050-145. Jadi Pemprov tetap konsisten mempedomani Keputusan Menteri Dalam Negeri, ketetapan tersebut harusnya juga dipedomani oleh setiap pihak,” kata Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Afifi Lubis, Rabu (22/6).

Penetapan empat pulau tersebut kata Afifi sudah melalui berbagai tahapan seperti, proses verifikasi dan pembakuan nama pulau di Provinsi Sumut pada tahun 2008 oleh Tim Nasional Pembakuan Rupabumi.

Hasil verifikasi tim menyebutkan keempat pulau itu ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara, kata Afifi.

Sementara pernah juga dilakukan verifikasi serupa di Provinsi Aceh oleh Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi. Tim Nasional membakukan 260 pulau di Provinsi Aceh. Namun Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Pulau Lipan dan Pulau Panjang tidak termasuk ke dalamnya, paparnya.

Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumut Zubaidi menyayangkan ada pemberitaan yang menyebut kesepakatan tentang empat pulau tersebut sudah final.

Menurutnya, keempat pulau tersebut masih berada di wilayah Sumut, sesuai dengan Keputusan Mendagri Nomor 050-145.

Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman mengatakan, Gubernur Aceh Nova Iriansyah sempat menyurati Kemendagri agar empat pulau tersebut tetap milik Aceh. Sebab, pulau-pulau itu berada di wilayah administratif Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.

Disebutkan, Pemerintah Aceh sangat konsen untuk mempertahankan keberadaan empat pulau yang diklaim oleh Pemprov Sumut tersebut. Sejumlah upaya telah dilakukan Gubernur Aceh selama ini terkait pulau tersebut, tuturnya.

Ia menambahkan, Gubernur Nova sudah enam kali menyurati Mendagri sejak 21 Desember 2018 hingga 22 April 2022. Surat terakhir dikirim Nova bernomor 125.1/6371 tanggal 22 April 2022 tentang permohonan keberatan atas Kepmendagri 050-145 tahun 2022.

Sementara, Kemendagri juga telah membentuk tim khusus untuk merespons perebutan empat pulau antara Aceh dengan Sumatera Utara.(CNNI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *