by

Tangani Sejumlah Perkara Mesum, DSI Kota Langsa, Kerja Ekstra

-Langsa-224 views

Tangani Sejumlah Perkara Mesum, DSI Kota Langsa, Kerja Ekstra

Laporan : Jamil Gade

LANGSASATU.COM,LANGSA- Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa disibukan dengan penanganan sejumlah kasus pelanggaran Syariat Islam yakni dugaan perbuatan mesum yang terjadi di wilayah kerjanya.

Bahkan, lembaga yang merupakan garda terdepan terhadap penegakan Qanun Syariat Islam itu harus bekerja ekstra menangani sejumlah pelanggaran Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 Pasal 24 tentang Hukum Jinayat tersebut.

“Satu hari penuh, hari ini kita menyelesaikan penanganan sejumlah dugaan pelanggaran Syariat” kata H.Aji Asmanuddin,S.Sg.MA, Sabtu (21/11/2020) pada ACEHSATU.COM diruang kerjanya.

Diterangkan, Jum’at (20/11/2020) sejumlah warga Gampong menyerahkan perkara dugaan Mesum kepihaknya.

“Saat ini kita sedang menangani kasus dugaan mesum di Gampong Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro dan Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota” ujarnya.

Untuk Gampong Geudubang Jawa sambung Aji Asmanuddin, terduga inisial EI (pria), umur (33), Warga Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat. Sementara itu pasangannya yaitu inisial YS (perempuan), Umur (40) warga Dsn Bahagia Gampong Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro.

Aji Asmanuddin juga mengatakan, Pihak Pemerintahan Gampong Geudubang Jawa melalui suratnya nomor : 005/1869/2020 tanggal 21 November 2020 tentang Permohonan Pencabutan Perkara. Surat tersebut ditujukan kepihaknya itu meminta perkara tersebut dapat diselesaikan ditingkat Gampong.

“Pihak kita tidak berkeberatan, perkara ini diselesaikan ditingkat Gampong” ujar Aji Asmanuddin.

Sementara itu untuk Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota, terduga inisial MZ (pria) umur (32) warga Desa Alue Ie Puteh Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu pasangannya inisial LW (perempuan) umur (35) warga Lor.Petua Thaib Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota.

“Malam ini sekira pukul 20.00 Wib akan duduk musyawarah bersama masing perangkat Gampong terhadap penyelesaiannya,” ujar Aji Asmanuddin.

Minimnya bukti dan saksi terhadap dugaan pelanggaran Qanun nomor 6 tahun 2014 sulit untuk ditingkatkan ke peyidikan.

Selain itu surat dari pemerintahan Gampong meminta untuk dilakukan penyelesaian dan pembinaan ditingkat Gampong kata Aji Asmanuddin, pihaknya menyerahkan penanganan dan penyelesaiannya ditingkat Gampong.

“Masalah teknisnya terserah pada masing masing Gampong” pungkas Aji Asmanuddin.

Dikembalikan ke Masing Orang Tua

Sementara itu dihari yang sama DSI Kota Langsa juga mengamankan dua remaja putri yaitu inisial RI umur (17) warga Lor. Nga Dsn Tanjung Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota. Dan temannya inisial FJ (16) Warga Desa Paya Ketenggar,Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu ketika diamankan kata Aji Asmanuddin, yang laki laki melarikan diri.

“Karena masih dibawah umur, kedua remaja putri ini, telah kita serahkan kepada orang tuanya masing-masing, untuk dilakukan pembinaan” pungkasnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita