by

Tim Gabungan Temukan Tiga Hektar Ladang Ganja di Hutan Lauser

-Nanggroe-23 views

Tim Gabungan Temukan Tiga Hektar Ladang Ganja di Hutan Lauser

LANGSASATU.COM, BLANGKEJEREN- Tim Gabungan terdiri dari TNI-Polri, BNNK serta Satpol PP Kabupaten Gayo Lues, baru ini, menemukan dan musnahkan ladang ganja seluas tiga hektar.

Ladang ganja tersebut berada di kawasan Ekosistem Leuser tepatnya di Bur Sesingi, Desa Uring, Kecamatan Pinding Kabupaten setempat.

Menuju lokasi, dari desa setempat, tim menempuh perjalanan berjalan kaki selama tujuh jam, menelusuri hutan rimba, mengarungi sungai untuk sampai ke tempat tujuan.

Setiba di titik lokasi, rombongan yakni Ketua BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, ST, M.Si, Kapolres AKBP Efrianza, S.I.K, Wakapolres Kompol M. Rasid,SH, PS. Kabag Ops, AKP. Hadidin, SH.

Kasat Narkoba, AKP Darli, SH, Kasiehumas AKP Syamsul Bahri, Kapolsek Pinding Ipda Surya Yusbar, Satres Narkoba Aipda Samudra, Banit Idik 2 Satresnarkobs, Brigpol Januar, SH turut serta 22 anggota personil.

Sementara dari TNI, Dandim 0113 Letkol Inf. Yudhi Hendro Prasetyo turut didampingi enam personil. Kemudian dari Pemerintahan Kabupaten Kasatpol PP Sabri, S. Pd. dan unsur masyarakat setempat, juga menemukan bangunan berupa gubuk tanpa penghuni.

Selanjutnya tim melakukan pemusnahan, tanaman ganja yang diperkirakan berusia tiga bulan itu dengan cara mencabut dan membakar.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Efrianza, S.I.K, berharap ke depannya tidak ada lagi masyarakat menanam ganja. Serta menghimbau masyarakat agar beralih ke tanaman pertanian produktif. Karena menanam tanaman produktif seperti palawija dan lainnya, menurutnya jauh lebih baik ketimbang menanam tanaman ganja, ujarnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T.,M.Si mengatakan, pemusnahan tanaman ganja ini merupakan bentuk keseriusan jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersinergi dan berkolaborasi bersama BNNK, TNI/POLRI, bagian dari upaya penyelamatan generasi bangsa.

Menurut Fauzul, Pinding adalah salah satu kecamatan Pilot Project dari Program GDAD.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak lagi menanam ganja, dikarenakan dari aspek hukum, ganja termasuk jenis narkotika golongan I, dimana hukumannya sangat berat yaitu minimal empat tahun penjara, maksimal hukuman mati.

“Jadi, kita imbau kepada masyarakat Gayo Lues, jangan lagi coba-coba menanam ganja. Lebih baik menanam tanaman pertanian yang lebih produktif, kita telah membuat program GDAD yaitu mengganti tanaman ganja dengan tanaman kopi, jagung, dan jahe merah ,” kata Fauzul Iman.

Sementara itu, Dandim 0113, Letkol Inf. Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan, pemusnahan ini adalah salah satu peringatan, karena narkotika itu sangat merusak.

“Dan kita harus menghilangkan stigma bahwa Gayo Lues ini penghasil ganja ke masyarakat luar,” tuturnya. (*)

sumber : acehnesia.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.