by

Tolak SE Menag, Gabungan Elemen Sipil Kota Langsa Gelar Aksi Damai

-Langsa-15 views

Tolak SE Menag, Gabungan Elemen Sipil Kota Langsa Gelar Aksi Damai

LANGSASATU COM, LANGSA- Sejumlah mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Kota Langsa menamakan diri Gabungan Elemen Sipil Kota Langsa melakukan aksi menolak Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musalla. Dan mengutuk keras pernyataan suara azan dengan gonggongan anjing, Selasa (1/3/22)

Pantauan media ini, aksi damai tersebut berlangsung di Gedung DPRK dan Kantor Kemenag Kota Langsa.

Sejumlah personil dari pihak keamanan dari Polres Langsa terlihat mengawal ketat jalan aksi.

Mengusung sejumlah spanduk bertuliskan #pecat Yaqut menteri Menggong 2. “Gabungan Elemen Sipil Kota Langsa, Pecat Yaqut” peserta aksi melakukan longmarch menuju gedung DPRK Langsa.

Tiba di lokasi, peserta aksi diterima oleh Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latif dan menyampaikan, pihaknya mendukung aspirasi yang disampaikan peserta aksi.

Dikatakan, melalui telepon dirinya juga sudah menghubungi Wakil Wali Kota Langsa untuk segera memberikan himbauan kepada masyarakat, dimana untuk tidak mengindahkan surat edaran Menteri Agama, serta menambah pengeras suara di masjid dan mushalla.

Selanjutnya, peserta aksi damai dengan berjalan kaki menuju Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa dan diterima langsung oleh Kakankemenag, Drs H Hasanuddin MH.

Di Kantor Kemenag, aksi diawali mengumandangkan azan oleh salah seorang peserta aksi damai.

Selanjutnya, menyampaikan orasi secara silih berganti dan diakhiri membacakan petisi penyerahan kain kafan.

Adapun tuntutan dari aksi damai yang dilakukan oleh gabungan Elemen Sipil Kota Langsa diantaranya, mengutuk keras pernyataan Yaqut tentang menyamakan suara Adzan (panggilan shalat) dengan gonggongan anjing.

Menuntut Yaqut untuk meminta maaf atas peryataan kontroversinya tersebut pada seluruh ummat Islam, meminta Presiden RI untuk mencopot Yaqut dari Menteri Agama RI.

Meminta pihak penegak hukum untuk menangkap Yaqut atas dugaan penistaan agama yang diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), atau bisa dijerat dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Kemudian, meminta Pemerintah Aceh untuk menolak Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI No. 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Mesjid dan Mushalla.

Meminta Pemerintah Kota Langsa untuk tidak menjalankan SE Menteri Agama RI No. 5 tahun 2022. Meminta Pemko Langsa untuk tidak menjalankan SE tersebut.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita