by

Uji Petik Dana Bimtek Kepala Desa di Aceh Timur Dibatalkan, H.Thalib : Tidak Benar Bimtek Diikuti 513 Gampong

-Nanggroe-107 views

Uji Petik Dana Bimtek Kepala Desa di Aceh Timur Dibatalkan, H.Thalib : Tidak Benar Bimtek Diikuti 513 Gampong

LANGSASATU.COM, ACEH TIMUR- Tokoh Aceh Timur yang juga praktisi hukum, H.A. Muthallib Ibr,.SE,.SH,.M.SI,.M.Kn, menelusuri penggunaan Dana Bimtek yang mengikutsertakan perangkat Desa dalam Wilayah Aceh Timur. Menurutnya, ternyata bukan 513 Desa/Gampong. Namun, hanya beberapa Gampong saja yang mengikuti acara tersebut.

Ia juga menegaskan, tidak benar kegiatan itu menghabiskan dana hingga mencapai Rp.5 Milyar.

Awalnya niatnya untuk melakukan uji Petik terhadap kegiatan Bimtek Kepala Desa Di Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Setelah melakukan investigasi dan menerima hasil laporan yang diserahkan oleh Timnya yang bekerja dan mengumpulkan data akurat, terkait Bimtek tersebut.

Hasilnya, ternyata tidak seperti apa yang selama ini dihembuskan oleh berbagai pihak.

Menurutnya, ada pihak yang sengaja menghembuskan issu kegiatan Bimtek, menghabiskan dana mencapai Rp 5 Milyar lebih ujar H Thallib kepada sejumlah Wartawan, Selasa ( 31/5/22).

Diterangkan, Bimtek tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga, bukan secara swakelola oleh APDESI Aceh Timur.

Menurutnya, APDESI sendiri sebagai peserta dan hanya sebatas menyampaikan Informasi kepada Keuchik/ Kepala Desa, terkait kegiatan Bimtek serta memfasilitasi peserta yang ingin mengikuti Bimtek.

Dan hal itu sudah menjadi tanggung jawab APDESI di masing Kecamatan atau Kabupaten/Kota, setiap pelaksanaan kegiatan bimtek Keuchik, dimana Ketua forum yang mengatur serta memfasilitasi para Keuchik lainnya, papar H Thallib yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsam.

“Jumlah peserta Bimtek setelah kita telusuri bukan 513 Desa dan itupun bagi yang ingin mengikuti Bimtek saja dan dana sebesar 5 Jt untuk satu peserta dan langsung ditransfer Ke rekening pihak ketiga yaitu lembaga LEMPANA, yang melakukan kegiatan Bimtek, di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh” kata mantan Wakil Ketua PWI Aceh ini.

Wartawan Senior yang juga mantan Ketua Panwasalu Aceh Timur disaat partai lokal pertama dibentuk di Aceh itu menambahkan, setelah menelusuri kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh Keuchik,Tuha Peut Gampong atau Perangkat Gampong yang Dananya sudah di alokasi di APBG dari Pos 8% Dana Penanganan Covid-19, sesuai kemampuan Desa, berapa peserta yang ada dana dan kesanggupan Desa.

Tujuan dilaksanakannya Bimtek Ini sambung H.Thalib, diharapkan agar Pemerintah Desa mampu memperbaiki serta memulihkan ekonomi di Desa masing-masing pasca Pandemi ke Endemi, serta Dana Bimtek tersebut tidak mengganggu kegiatan lainnya, karena sudah ada Pos 8% Covid-19.

“Jadi, tidak ada yang salah dengan pelaksanaan kegiatan Bimtek, selain itu menurut hemat saya, Bimtek Ini penting dilaksanakan, dimana sebagai sarana dan media memperoleh pengetahuan atau informasi dalam rangka bagaimana kiat atau cara Pemulihan ekonomi di desa masing masing” ujar H.Thalib yang juga Ketua YARA Langsa

Kegiatan Bimtek tersebut dilaksanakan selama tiga hari, dua malam, dengan Dana Rp.5 juta, untuk setiap peserta.

Jumlah peserta pun variatif, dimana peserta yang ikut dari masing desa, ada yang mengirim satu orang bahkan ada mengirim serta tiga orang dari masing setiap Desa/ Gampong, hal itu sesuai kemampuan Keuangan Desa.

Ia menegaskan, tidak benar informasi berkembang Bimtek diikuti oleh 513 Desa dan menghabiskan Rp 5 Milyar.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, yang ikut Bimtek kurang lebih 400 Desa/ Gampong dengan jumlah peserta bervariasi.

Menurutnya, jikapun semua ikut Bimtek, tidak masalah karena tidak menggunakan dana dari pos, selain yang sudah ditentukan.

“Kita minta pihak inspektorat Kabupaten Aceh Timur bisa melakukan pemeriksaan tentang dana Bimtek ini dan hasilnya dapat disampaikan kepada publik nanti” sebut H Thallib, yang kelahiran Luengsa, Kecamatan Madat Aceh Timur.

Diterangkan, awalnya pihaknya ingin uji petik tentang pengadaan Bimtek di Aceh Timur, ternyata setelah pihaknya melakukan pengumpulan data, di lapangan tidak ditemukan adanya yang menyangkut kerugian negara.

Sebaliknya, pihaknya menemukan adanya pihak yang diduga sentimen serta tidak puas terhadap panitia dan APDESI, serta menghembuskan issu miring terhadap pelaksanaan kegiatan bimtek, tutup.H Thallib. (*).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index Berita